Konon kabarnya, pada suatu waktu ada seorang puteri raja di Luwu yang ditimpa penyakit kulit (masala uli). Dia anak tunggal lagi anappattola. Ayah-bundanya menjadi susah karena musibah yang puterinya. Berdatanganlah semua sanro dan tabib, tetapi jangankan ada perubahan dari penyakitnya malah hidung orang banyak tak tertahankan bau amis lagi pula lainnya bau busuknya. Dipersingkat kata, dipercepat cerita, maka berhimpunlah Adat Luwu bersama rakyat disebabkan orang di Luwu takut ditulari penyakit seperti itu. Dia hendak dibunuh tapi tidak boleh sebab dia adalah keluarga yang tak boleh didurhakai lagi pula maddara-takku’ , berdarah mulia. Oleh karena itu, amat susahlah orang di Luwu. Terjadilah pada suatu waktu, orang Luwu berhimpun, sampai di Palopo sana, berbatas di Baibunta sana, terdengar juga mereka yang di Bulu’ polo. Adapun yang disetujui bersama ialah sepakat untuk membawa diri mereka naik ke Mappajunge’ buat menghadapkan persetujuan yang telah disepakati oleh mereka yaitu ya...
Lestarikan Bahasa dan Budaya Bugis Kita