Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bahasa

Ungkapan Toriolo

Di kalangan Bangsa Bugis, mungkin tidak asing di telinga kita ungkapan-ungkapan leluhur (To Riolota). Ungkapan Tradisonal sebagai aspek budaya yang diakui mengandung nilai-nilai yang perlu dilestarikan. Hal semacam ini sekarang sudah sangat langka. Hanya sesekali ada terdengar diucapkan oleh orang-orang tua disaat ada pertemuan tradisi (acara Budaya). Selain kandungan yang ada didalamnya juga segi sastranya sangat halus, sampai tidak mudah dibuat oleh orang. Ungkapan ini biasanya disampaikan kepada anak untuk melakukan sesuatu kebiasaan baik yang baik maupun tidak baik, tetapi membuatkan semacam sebab akibat yang sangat ditakuti oleh si anak. Misalnya ibu mati, dia bisa pendek umur, ia terlambat besar. Begitu pula sebaliknya, ada yang sesungguhnya diperintahkan melakukannya, dengan akibat baik apabila dilakukannya. Beberapa Ada-ada To Riolo yang merupakan nasihat orang tua kepada anaknya antara lain sebagai berikut: 1.MAUNI COPPO' BOLANA GURUTTA' RIUJA MADORAKAMONI' Ar...

Majas (Gaya Bahasa)

Majas adalah cara menampilkan diri dalam bahasa. Menurut Prof. Dr. H. G. Tarigan bahwa majas adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis. Unsur kebahasaan antara lain: pilihan kata, frase, klausa, dan kalimat. Menurut Goris Keraf, sebuah majas dikatakan baik bila mengandung tiga dasar, yaitu: kejujuran, sopan santun, dan menarik. Gaya bahasa dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu: 1. Gaya bahasa perulangan 2. Gaya bahasa perbandingan 3. Gaya bahasa pertentangan 4. Gaya bahasa pertautan 1. Gaya Bahasa Perulangan A. Aliterasi Aliterasi ialah sejenis gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan pada suatu kata atau beberapa kata, biasanya terjadi pada puisi. Contoh: Kau keraskan kalbunya Bagai batu membesi benar Timbul telangkai bertongkat urat Ditunjang pengacara petah pasih B. Asonansi Asonansi ialah sejenis gaya bahasa refetisi yang berjudul perulangan vokal, pada suatu kata atau beberapa ...

Pengertian Lontara

Salah satu sumber budaya orang-orang Bugis ialah lontarak. Seseorang yang ingin mengenal watak dan karya-karya orang Bugis perlu lebih dahulu mempelajari dan memahami lontarak sebagai sumber asli, karena lontarak adalah pencerminan dari kehidupan orang Bugis. Dalam rangka pengenalan terhadap lontarak ini akan dikemukakan uraian-uraian tentang hal-hal sebagai berikut : A. Arti lontarak Dikalangan orang Bugis di Sulawesi Selatan terdapat bermacam-macam keterangan tentang arti lontarak, diantaranya ialah : 1. Kata lontarak berasal dari nama jenis pohon yang disebut pohon lontarak (pohon lontar). Daunnya disebut daun lontarak. Daun lontarak itu dahulu oleh orang-orang Bugis dijadikan sebagai alat tulis yaitu tempat mencatatkan semua peristiwa-peristiwa dan pandangan-pandangan penting yang pernah dialami dan dikemukakan oleh orang-orang Bugis. Jadi lontarak ialah catatan-catatan yang ditulis orang Bugis pada waktu yang telah lampau. 2. Lontarak ialah catatan-catatan yang ditulis di ...