Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita Rakyat

Pau-Pau Rikadong

Konon kabarnya, pada suatu waktu ada seorang puteri raja di Luwu yang ditimpa penyakit kulit (masala uli). Dia anak tunggal lagi anappattola. Ayah-bundanya menjadi susah karena musibah yang puterinya. Berdatanganlah semua sanro dan tabib, tetapi jangankan ada perubahan dari penyakitnya malah hidung orang banyak tak tertahankan bau amis lagi pula lainnya bau busuknya. Dipersingkat kata, dipercepat cerita, maka berhimpunlah Adat Luwu bersama rakyat disebabkan orang di Luwu takut ditulari penyakit seperti itu. Dia hendak dibunuh tapi tidak boleh sebab dia adalah keluarga yang tak boleh didurhakai lagi pula maddara-takku’ , berdarah mulia. Oleh karena itu, amat susahlah orang di Luwu. Terjadilah pada suatu waktu, orang Luwu berhimpun, sampai di Palopo sana, berbatas di Baibunta sana, terdengar juga mereka yang di Bulu’ polo. Adapun yang disetujui bersama ialah sepakat untuk membawa diri mereka naik ke Mappajunge’ buat menghadapkan persetujuan yang telah disepakati oleh mereka yaitu ya...

Bunga Wellu

Dahulu kala ada seorang raja yang sangat masyhur di negerinya. Raja ini tiga bersaudara, yang tua memerintah di negeri Matahari Terbit, yang bungsu memerintah di negeri Matahari Terbenam. Sedangkan raja yang masyhur ini memerintah di negeri pusat bumi. Raja Pusat Bumi ini mempunyai dua orang putri yang sangat cantik, yang tua bernama Bunga Cibollo – Bunga Sekuntum – sedangkan yang bungsu bernama Bunga Wellu’ – Bunga Halus. Pada suatu hari, raja Pusat Bumi berpesan kepada kedua putrinya: “Wahai anakku, bila nanti ajalku tiba, engkau Bunga Cibollo, pergilah ke negeri Matahari Terbit, dimana pamanmu memerintah. Sedang engkau Bunga Wellu’, pergilah ke negeri Matahari Terbenam, di sana pula pamanmu memerintah”. Tidak lama kemudian setelah berpesan kepada kedua putrinya, raja Pusat Bumi pun mangkat. Kedua putrinya menjadi yatim piatu, karena ibundanya telah lama pula meninggal. Konon raja Pusat Bumi ini memiliki saudara tiri yang memerintah di negeri Jawa. Mengetahui raja Pusat Bumi mangkat,...

Cerita Rakyat : La Kuttu-Kuttu Paddaga

La Kuttu-kuttu Paddaga adalah nama seorang pemuda yang gagah dan tampan. Ia adalah seorang yang sangat ahli bermain sepak raga, sebab pekerjaannya setiap hari tiada lain hanyalah bermain sepak raga bersama teman-temannya. Pada suatu hari ia diajak oleh teman-temannya bertandang ke desa tetangga untuk bermain sepak raga melawan para pemuda di sana. Dan, secara kebetulan lapangan yang digunakan untuk bermain berada di dekat rumah seorang gadis penenun. Setelah beberapa lama bermain, La Kuttu-kuttu Paddaga merasa haus. Oleh karena rumah yang terdekat dari lapangan bermain adalah rumah sang gadis penenun, maka ia segera menuju ke sana dengan maksud hendak meminta air minum. Setelah naik ke rumah dan bertemu dengan sang gadis yang sedang menenun di serambi, La Kuttu-kuttu Paddaga lalu berkata, “Bolehkah saya meminta air barang seteguk?” Si gadis yang waktu itu kebetulan sedang sendiri, segera menjawab, “Maaf, langsung ambil sendiri saja di dapur. Saya belum boleh keluar dari alat tenun ini,...

Cerita Rakyat : Bertanding Bicara

Alkisah, ada enam orang laki-laki bersaudara. Suatu hari, ayah mereka meninggal dunia dan hanya meninggalkan warisan berupa lima petak sawah. Oleh karena mereka berjumlah enam orang, sedangkan sawah yang diwariskan hanya lima petak, maka masing-masing berebut untuk memilikinya. Setiap orang bersikeras ingin memiliki sepetak sawah, hingga akhirnya terjadilah pertengkaran di antara mereka. Untuk menengahi agar pertengkaran tidak berkelanjutan, maka orang yang paling tua pun berkata: “Sebaiknya kita bertanding bicara saja. Siapa yang paling besar biacaranya dialah yang akan memiliki seluruh petak sawah yang diwariskan ayah. Janganlah kita bertengkar terus-menerus.” Mereka pun menyetujui pendapat kakaknya. Setelah itu, mereka lalu duduk berkeliling dan mempersilakan saudara mereka yang paling tua untuk memulai pertandingan. Berkatalah yang tertua: “Pada suatu ketika saya pergi ke hutan dan mendapati sebatang pohon yang sangat besar. Betapa besarnya pohon itu, sehingga saya memerlukan waktu...

Cerita Rakyat : Orang Tua Beristri Gadis Remaja

Alkisah, ada seorang lelaki tua kaya raya yang baru saja di tinggal mati oleh isterinya. Namun, walau telah berusia lanjut, apabila melihat perempuan muda gairahnya kembali bergejolak. Dan, dengan pengaruh kekayaannya itulah ia kemudian membujuk sebuah keluarga miskin untuk mengawinkan anak gadis mereka yang masih remaja dengan dirinya. Si gadis yang akan dikawin sebenarnya merasa muak melihat lelaki tua bangka itu. Namun, karena orang tuanya memaksa, maka ia pun akhirnya mau menerimanya. Sesudah kawin, dan malam harinya hendak didekati oleh suaminya, perempuan muda itu berkata, “Aku akan izinkan engkau mendekat, jika engkau membelikan barang yang aku minta.” Apabila keesokan harinya telah dibelikan dan pada malam harinya akan diajak tidur oleh suaminya, perempuan itu pun akan meminta suatu barang lagi. Dan, jika tidak diiyakan, suaminya tidak diizinkan masuk ke dalam kamar. Kalau pun diizinkan, si suami hanya boleh duduk di pinggir kasur saja. Begitulah seterusnya, si perempuan tetap ...