Langsung ke konten utama

Postingan

Goa Mampu Legenda Terkutuk

Goa Mampu adalah gua terluas di Sulawesi Selatan, legenda gua Mampu ini jauhnya kira-kira 140 km dari kota Makassar dalam penambahan untuk stalagmites dan stalagtites terdapat susunan batu yang mirip dengan sosok manusia dan binatang, semuanya memiliki legenda yang nyata. Gua yang terletak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini, tidak hanya sekedar gua. Terlebih buat masyarakat di sekitar Gua Mampu, demikian nama gua ini. Gua Mampu, sarat dengan cerita legenda yang begitu dipercaya. Gua Mampu yang luasnya sekitar 2000 meter persegi, terletak di Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe, yang berjarak 34 kilometer dari Watampone, ibukota Kabupaten Bone. Legenda Alleborenge Ri Mampu, yang berkembang seputar gua, diyakini secara turun-temurun, sebagai suatu kebenaran. Konon, di Gua Mampu ini pernah berdiri Kerajaan Mampu. Namun karena kutukan dewa, penghuni kerajaan ini, termasuk binatang dan benda-benda lainnya berubah menjadi batu. Bongkahan batu yang mirip manusia, binatang, dan lainnya, mem...

Konsep Sarung

Konon, konsep sarung merupakan sejenis perilaku atau kebiasaan yang diterapkan oleh sebagian raja-raja atau masyarakat tempo dulu dalam membina rumah tangganya. Mengapa disebut konsep sarung ? karena berhubungan dengan sarung. Ada apa di dalam sarung ? Jawab sendiri deh. Konsep ini erat hubungannya dengan lelaki dan kelaki-lakiannya. Mengapa Cuma lelaki, apa perempuan nggak dapat ? Karena lelakilah yang memiliki keperkasaan yang disebut Mister P untuk memberikan pelayanan kepada Nona V. Sebenarnya keduanya ada saling kerjasama yang sulit dipisahkan Tuan P dengan Nona V. Dahulu, leluhur kita khususnya laki-laki hingga sekarang ini dalam masyarakat Bugis sebagian (red.) apabila sedang di rumah maka celana yang dipakainya diganti dengan sarung. Karena celana yang merupakan rumah idaman Tuan P kadang membuat tidak enak baginya. Karena merasa dikarangkeng dan tidak dapat bergerak bebas apalagi kalau celana tersebut sangat sempit. Beliau tidak mendapatkan udara segar padahal kepingin juga me...

Aturan Pemakaian Songkok Pamiring

Di atas disebut soal songkok sebagai kelengkapan berpakaian orang BUgis dan Makassar. Dan ini pun tentu saja ada aturan memakainya. Kopiah yang disebut songkok Bone ini pada umumnya dibuat dari bahan ure’cha yaitu semacam alang-alang halus. Selain itu ada pula songkok bone yang juga dibuat dari Ure’cha tetapi diselang-selingi dengan benang emas atau benang perak, dan diberi nama songkok pamiring. Dan songkok pamiring ini hanya dipakai oleh bangsawan tinggi, bangsawan sampai golongan anak ‘Cera’ dikerajaan Bugis dan golongan daeng di kerajaan Makassar. Peraturan adat pemakaian songkok pamiring bagi masyarakat Bugis dan Makassar yang berlaku pada zaman kerajaan-kerajaan Bugis dan Makassar masih jaya adalah sebagai berikut : Bagi bangsawan tinggi berstatus atau berkedudukan sebagai raja dari kerajaan besar dan bagi anak raja yang berasal dari keturunan Maddara Takku (berdarah biru), anak Mattola, anak Matase’, dapat menggunakan songkok pamiring yang seluruhnya terbuat ari emas murni (Ulaw...

Bedah Lagu Ongkona Bone

Lagu dengan judul Ongkona Bone tersusun dari syair-syair / kalimat yang menggunakan bahasa Lontara atau bahasa Bugis. Dan telah disepakati sebagai lagu wajib bagi masyarakat Kabupaten Bone baik di tingkat sekolah maupun umum. Lagu tersebut biasanya dinyayikan dalam kegiatan seremonial Hari Jadi Bone atau pada kegiatan lomba yang diselenggarakan di sekolah-sekolah baik bentuk solo maupun paduan suara. Lagu Ongkona Bone sampai saat ini belum diketahui dengan pasti kapan diciptakan dan siapa penciptanya. Namun apabila kita membedah bahasanya serta menghubungkan dengan sejarah , maka kemungkinan besar lagu tersebut tercipta sekitar tahun 1905 yaitu pada saat terjadinya perang antara Kerajaan Bone melawan pasukan Belanda. Ribuan laskar kerajaan Bone yang gugur dalam pertempuran itu. Di sepanjang pantai Teluk Bone diserang habis-habisan oleh tentara Belanda. Karena persenjataan yang tidak seimbang, maka tentara Belanda berhasil menguasai kerajaan Bone. Jatuhnya Kerajaan Bone inilah yang dike...

Macca na Malempu

Macca na Malempu. Rangkaian kata di atas dikutip dari naskah bugis kuno. Rangkaian kata itu berarti pintar dan jujur. Macca(=pintar) Na(=dan) Malempu(=jujur) adalah prasyarat seseorang untuk diangkat menjadi pemimpin. Macca adalah sesuatu yang harus dimiliki setiap orang. Macca dapat diperoleh dengan terus-menerus belajar. Belajar sejak ia lahir hingga akhir hayatnya. belajar haruslah menjadi perilaku sepanjang hayat. Dengan terus menerus belajar seseorang akan selalu terbarui pengetahuannya, hal yang akan membuat ia selalu siap menghadapi perubahan zaman. Belajar akan membuat seseorang mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. mana yang pantas mana yang tidak pantas, mana yang sopan mana yang kasar. Seorang yang berpengetahuan (Macca) adalah orang dengan segudang akal yang akan membuat ia lolos dari jebakan, lolos dari perangkap, dan sampai di tujuan. Macca akan memberi seseorang modal untuk mengupayakan apa yang dicita-citakannya. Malempu adalah syarat kedua menjadi pemimp...

Warani na Magetteng

Warani na Magetteng adalah dua sifat yang benar-benar harus dimiliki oleh seorang pemimpin agar dapat menjalankan pemerintahan secara berwibawa. sikap warani artinya berani, artinya tidak takut dengan siapapun kecuali terhadap Dewata Seuwae. Hanya Allah SWT yang ditakutinya. yang lain tidak. Sikap Warani menyiratkan kemandirian. kemandirian untuk bertindak dan tidak dibawah bayang-bayang orang lain. sikap warani berarti memiliki keyakinan diri dan kepercayaan diri yang kuat. memiliki karakter yang membedakannya dengan orang lain. memiliki keteguhan melaksanakan apa yang menurutnya baik. apa yang menurut pengetahuannya yang terbaik akan dengan berani dilaksanakannya tanpa takut konsekwensinya. tentu dengan penegtahuan yang luas akan menuntunnya memperoleh solusi terbaik. solusi yang mungkin pahit tetapi adalah yang terbaik. dan ia berani mengambil langkah itu. Warani mestilah diikuti dengan sikap getteng. sikap tegas, teguh dan konsisten. ibarat benang jika digetteng akan membentuk gari...

Sipakatu, Sipakalebbi dan Sipakainge

Macca Na Malempu, Warani na Magetteng telah dibahas dalam 2 tulisan sebelumnya. 4 sifat tersebut adalah 4 sifat yang akan menyempurnakan pribadi setiap manusia bugis. 4 sifat tersebut akan membuat kualitas seseorang secara individu sebagai indidividu sempurna. namun dalam praktek manusia sebagai mahluk sosial, ia perlu bergaul dan dan berinteraksi dengan manusia lain. untuk itulah 3 sifat diatas menjadi pedoman dalam berinteraksi sesama manusia. Sifat pertama adalah sipakatau, adalah konsep yang memandang setiap manusia sebagai manusia. seorang manusia bugis hendaklah memperlakukan siapapun sebagai manusia seutuhnya, sehingga tidaklah pantas memperlakukan orang lain diluar perlakuan yang pantas bagi manusia. konsep ini memandang manusia dengan segala penghargaannya. siapapun dia dengan kondisi sosial apapun dia, dengan kondisi fisik apapun dia, dia pantas diperlakukan selayaknya manusia. seorang manusia bugis memperlakukan manusia lainnya dengan segala hak-hak yang melekat pada setiap ...